Friday, 3 July 2009

menjaga kesehatan dan iktiar dan sabar ketika sakit


Sakit apapun yang kita derita adalah untuk membuat hati yang keras ini jadi lebih lembut, bila tak pernah air mata membasahi mata maka ketika kita sakit, akan menetes air mata dari mata yang penuh kerahmatan dan tanda kasih Allah. tidak ada rasa sakit yang kita derita tidak Allah tahu karena semua yang terjadi didunia ini bahkan hanya sehelai daunpun jatuh atas izinnya.

Kanker, stroke, gagal ginjal, infark adalah beberapa penyakit yang bisa membuat kita depresi, meradang dan putus asa. karena terlihat jelas kematian seperti yang para dokter prediksi. Tapi bila kita hanya berfikir tentang kematian, maka harapan dihati bisa hilang seperti debu disapu angin.

bukankah setiap penyakit ada obatnya, kecuali penyakit tua. hadapi kesakitan dengan berfikir positif bahwa hidup ini harus dijalankan dengan harapan akan cinta Allah, keluarga dan sesama.

Menjaga kesehatan ketika kita sehat adalah kewajiban, menganiaya diri sendiri dengan merokok, tidak berolah raga, tidak menjaga keseimbangan makanan,tidak menjaga sirahturahmi, adalah penzaliman terhadap diri sendiri, mulailah dari sekarang, mulai dari detik ini, stop merokok, stop makan berlebihan, stop narkoba, stop alkohol, mulai berolah raga teratur, dan jalinlah persahabatan tanpa melihat status dan kekayaan, yang perting berteman dengan orang-orang yang bisa membuat kita mencintai kehidupan dan menghargai kehidupan sebagai anugrah yang maha kuasa

DOA APABILA BERKUNJUNG KEPADA ORANG YANG SAKIT

147- لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ.


147. “Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, insya Allah.” [165]


148- أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ. (7×)


148. “Aku mohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan yang menguasai arasy yang agung, agar menyembuhkan penyakitmu” [166]


---------------------------------
[165] HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 10/ 118.
[166] “Tidaklah seorang hamba Muslim mengunjungi orang sakit yang belum datang ajalnya, lalu membaca sebanyak tujuh kali: … (Al-Hadits) … kecuali ia pasti disembuhkan, HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 2/210 dan Shahihul Jami’ 5/180.



--------------------------------------------------------------------------------
50- KEUTAMAAN BERKUNJUNG KEPADA ORANG SAKIT



149- قَالَ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ.


149. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apabila seorang laki-laki berkunjung kepada saudaranya yang muslim, maka seakan-akan dia berjalan di kebun Surga hingga duduk. Apabila sudah duduk, maka dituruni rahmat dengan deras. Apabila berkunjung di pagi hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya, agar mendapat rahmat hingga sore. Apabila berkunjung di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya agar diberi rahmat hingga pagi.” [167]


---------------------------------
[167] HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan lihat Shahih Ibnu Majah 1/244 dan Shahih At-Tirmidzi 1/286. Ahmad Syakir menyatakan, bahwa hadits tersebut adalah shahih.

--------------------------------------------------------------------------------
51- DOA ORANG SAKIT YANG TIDAK ADA LAGI HARAPAN UNTUK HIDUP TERUS



150- اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَأَلْحِقْنِيْ بِالرَّفِيْقِ اْلأَعْلَى.


150. “Ya Allah, ampunilah dosaku, berilah rahmat kepadaku dan pertemukan aku dengan Kekasih Yang Maha Tinggi.” [168]


151. Nabi Shallallahu’alaihi wasallam memasukkan kedua tangannya ke dalam air, lalu diusapkan ke wajahnya dan beliau bersabda:


151- لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ لَسَكَرَاتٍ.


“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, sesungguhnya mati itu mempunyai sekarat.” [169]


152- لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ.


152. “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, bagiNya kerajaan dan bagiNya pujian. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Tidak ada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah.” [170]


---------------------------------
[168] HR. Al-Bukhari 7/10, Muslim 4/1893.
[169] HR. Al-Bukhari 8/144 dengan Fathul Bari dalam hadits terdapat keterangan siwak.
[170] HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Menurut penda-pat Al-Albani hadits tersebut adalah sahih. Lihat pula Shahih At-Tirmidzi 3/152 dan Shahih Ibnu Majah 2/317.

mengingat Allah dan merasakan Allah selalu bersama kita


Bila kita selalu berzikir disetiap helaan nafas ini, tak akan ada kesempitan dalam hidup ini, tidak akan ada lagi keinginan untuk serakah atau bergosip ria, karena hati dan ucapan kita sibuk dengan memuji Allah.betapa indahnya hidup ini bila zikir adalah bagian dari hidup ini sama ketika kita membutuhkan sinar matahari dipagi hari, membutuhkan oksigen untuk bernafas, membutuhkan air agar kita tidak kehausan.

KEUTAMAAN TASBIH, TAHMID, TAHLIL DAN TAKBIR

254- قَالَ : مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ فِيْ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ.


254. Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang membaca: “Maha Suci Allah dan aku memujiNya” dalam sehari seratus kali, maka kesalahannya dihapus sekalipun seperti buih air laut.” [275]


255- وَقَالَ : مَنْ قَالَ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، عَشْرَ مِرَارٍ، كَانَ كَمَنْ أَعْتَقَ أَرْبَعَةَ أَنْفُسٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيْلَ.


255. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca: Laailaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu lahulmulku walahulhamdu wahuwa ‘alaa kulli syaiin qadiir, sepuluh kali, maka dia seperti orang yang memerdekakan empat orang dari keturunan Ismail.” [276]


256- وَقَالَ : كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيْلَتَانِ فِي الْمِيْزَانِ حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَـانِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ.


256. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Dua kalimat yang ringan di lidah, pahalanya berat di timbangan (hari Kiamat) dan disenangi oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, adalah: Subhaanallaah wabi-hamdih, subhaanallaahil ‘azhiim.” [277]


257- وَقَالَ : لأَنْ أَقُوْلَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ.


257. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh, apabila aku membaca: ‘Subhaanallah walhamdulillaah walaa ilaaha illallaah wallaahu akbar’. Adalah lebih senang bagiku dari apa yang disinari oleh matahari terbit.” [278]


258- وَقَالَ : ((أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ)) فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ، كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ؟ قَالَ: ((يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيْحَةٍ، فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيْئَةٍ))


258. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apakah seseorang di antara kamu tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan tiap hari?” Salah seorang di antara yang duduk bertanya: “Bagaimana di antara kita bisa memperoleh seribu kebaikan (dalam sehari)?” Rasul bersabda: “Hendaklah dia membaca seratus tasbih, maka ditulis seribu kebaikan baginya atau seribu kejelekannya dihapus.” [279]


259- مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ، غُرِسَتْ لَهُ نَخْلَةٌ فِي الْجَنَّةِ.


259. “Barangsiapa yang membaca: Subhaanallaahi ‘azhiim wabihamdih, maka ditanam untuknya sebatang pohon kurma di Surga.” [280]


260- وَقَالَ : ((يَا عَبْدَ اللهِ بْنَ قَيْسٍ أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى كَنْزٍ مِنْ كُنُوْزِ الْجَنَّةِ؟)) فَقُلْتُ: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ، قَالَ: ((قُلْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ))


260. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Wahai Abdullah bin Qais! Maukah kamu aku tunjukkan perbendaharaan Surga?” “Aku berkata: “Aku mau, wahai Rasulullah!” Rasul berkata: “Bacalah: Laa haula walaa quwwata illaa billaah.” [281]


261- وَقَالَ : أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، لاَ يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ.


261. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Perkataan yang paling disenangi oleh Allah adalah empat: Subhaanallaah, Alhamdulillaah, Laa ilaaha illallaah dan Allaahu akbar. Tidak mengapa bagimu untuk memulai yang mana di antara kalimat tersebut.” [282]


262- جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ فَقَالَ: عَلِّمْنِيْ كَلاَمًا أَقُوْلُهُ. قَالَ: قُلْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ)) قَالَ فَهَؤُلاَءِ لِرَبِّيْ فَمَا لِيْ؟ قَالَ: قُلْ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ.


262. Seorang Arab Badui datang kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, lalu berkata: ‘Ajari aku dzikir untuk aku baca!’ Rasul Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: ‘Katakanlah: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah yang banyak. Maha Suci Allah, Tuhan sekalian alam dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana.’ Orang Badui itu berkata: ‘Kalimat itu untuk Tuhanku, mana yang untukku?’ Rasul bersabda: ‘Katakanlah: Ya Allah! Ampunilah aku, belas kasihanilah aku, berilah petunjuk kepadaku dan berilah rezeki kepadaku.” [283]


263- كَانَ الرَّجُلُ إِذَا أَسْلَمَ عَلَّمَهُ النَّبِيُّ الصَّلاَةَ ثُمَّ أَمَرَهُ أَنْ يَدْعُوَ بِهَؤُلاَءِ الْكَلِمَاتِ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَارْزُقْنِيْ.


263. Seorang laki-laki apabila masuk Islam, Nabi Shallallahu’alaihi wasallam mengajarinya shalat, kemudian beliau memerintahkan agar berdoa dengan kalimat ini: ‘Ya Allah, ampunilah aku, belas kasihanilah aku, berilah petunjuk kepadaku, melindungi (dari apa yang tidak kuinginkan) dan berilah rezeki kepadaku.” [284]


264- إِنَّ أَفْضَلَ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَأَفْضَلَ الذِّكْرِ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ.


264. Sesungguhnya doa yang terbaik adalah membaca: Alhamdulillaah. Sedang dzikir yang terbaik adalah: Laa Ilaaha Illallaah.” [285]


265- الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ.


265. Kalimat-kalimat yang baik adalah: “Subhaanallaah, walhamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, walaa haula walaa quwwata illaa billaah.” [286]


---------------------------------
[275] HR. Al-Bukhari 7/168, Muslim 4/2071.
[276] HR. Al-Bukhari 7/167, Muslim dengan lafazh yang sama 4/2071.
[277] HR. Al-Bukhari 7/168, Muslim 4/2072.
[278] HR. Muslim 4/2072.
[279] HR. Muslim 4/2073.
[280] HR. At-Tirmidzi 5/511, Al-Hakim 1/501. Menurut pendapatnya, hadits tersebut shahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya. Lihat pula Shahihul Jami’ 5/531 dan Shahih At-Tirmidzi 3/160.
[281] HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 11/213 dan Muslim 4/2076.
[282] HR. Muslim 3/1685.
[283] HR. Muslim 4/2072. Abu Dawud menambah: Ke
tika orang Arab Badui berpaling, Nabi n bersabda: “Sungguh dia telah memenuhi kebaikan pada kedua tangannya”. 1/220.
[284] HR. Muslim 4/2073, menurut riwayatnya ada ke terangan: Sesungguhnya kalimat-kalimat tersebut akan
mencukupi dunia dan akhiratmu.
[285] HR. At-Tirmidzi 5/462, Ibnu Majah 2/1249, Al-Hakim 1/503. Menurut Al- Hakim, hadits tersebut adalah shahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya, Lihat pula Shahihul Jami’ 1/362.
[286] HR. Ahmad no. 513 menurut penertiban Ahmad Syakir, sanadnya shahih, lihat Majma’uz Zawa’id 1/297, Ibnu Hajar mencantumkannya di Bulughul Maram dari riwayat Abu Sa’id kepada An-Nasa’i. Ibnu Hajar berkata: “Hadits tersebut adalah shahih menurut pendapat Ibnu Hibban dan Al-Hakim.



--------------------------------------------------------------------------------
131- BAGAIMANA CARA NABI SHALLALLAHU'ALAIHI WASALLAM MEMBACA TASBIH



266- عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ x قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ يَعْقِدُ التَّسْبِيْحَ بِيَمِيْنِهِ.


266. Dari Abdullah bin Umar Radhiallahu'anhu, dia berkata: “Aku melihat Rasulullah menghitung bacaan tasbih (dengan jari-jari) tangan kanannya.” [287]


---------------------------------
[287] HR. Abu Dawud dengan lafazh yang sama 2/81, At-Tirmidzi 5/521, dan lihat Shahihul Jami’ 4/271, no. 4865.

Bagaimana menjadi yang seperti yang kita inginkan


Dalam hidup ini , tidak ada apapun alasan yang dapat membuat kita sedih, berputus asa bila kita menyadari bahwa hidup ini patut selalu kita syukuri. bila kita yakin bahwa Allah selalu bersama kita dan memberikan kita yang terbaik.

pernahkan kita berfikir bahwa keputus asaan adalah alat penghancur manusia yang paling mudah, jadi jangan pernah berfikir untuk putus asa.

Pernahkan kita melihat kesekeliling kita, ketika sedang merasa hidup ini tidak yang seperti kita harapkan.kadang kita tidak menyadari apa yang kita inginkan adalah yang telah kita dapatkan sekarang. kalau kita mengukur kebahagiaan dengan ukuran orang lain maka kita tak akan pernah mengetahui apa yang kita inginkan agar kita bisa sama bahagian dengan mereka.

Hidup ini sudah bertakar dan harus terperoses, tidak ada sesuatu keburukan yang terjadi karena suatu kegagalan. karena hidup kita adalah proses menjadi lebih baik. kadang kita tidak menyadari bahwa ketika kita berusaha dan beriktiar kita sedang menjalankan kehidupan ini sebaik-baiknya, bila semua dijalankan dengan iklas maka apapun pekerjaan kita, adalah sama dimata Allah.

Dimata Allah perkerjaan seorang pembantu rumah tangga adalah sama pentingnya dengan presiden america bila keduanya dijalankan dengan amanah dan iklash. seorang wanita karir dan direktur sebuah perusahaan juga sama pentingnya dengan ibu rumah tangga yang bekerja dirumah 24 jam, tampa berhenti. semuanya sama, tapi kadang kita melihat kesuksesan seorang dengan hasil materi yang didapatnya. Pernahkan kita berfikir bahwa seorang presiden terlahir dari wanita sederhana yang tidak punya pekerjaan diluar rumah tapi dia bekerja sebagai ibu rumah tangga, yang tiap hari bekerja melayani anak dan suami , menjaga agar mereka tersenyum sampai kerumah dan merasakan nikmatnya dan rasa aman ketika ibu mereka dirumah selalu membuat mereka tenang, bahagia dan aman.

Jadi.. adalah sebuah keindahan hidup bila kita selalu menghargai amanah sebagai apapun kita. jadilah ibu yang baik bila kita diberi ALLAH amanah sebagai ibu, jadilah tukang sapu yang baik , pembantu yang baik, presiden yang baik, menteri yang baik dan menjaga amanah yang diberikan kepada kita.

Doa Penawar Duka dan Kesedihan Yang Mendalam Sebelumnya Main Selanjutnya

--------------------------------------------------------------------------------
34- DOA PENAWAR HATI YANG DUKA




اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ.


120 “Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.” [137]


121- اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.


121. “Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.” [138]


---------------------------------


[137] HR. Ahmad 1/391. Menurut pendapat Al-Albani, hadits tersebut adalah sahih.
[138] HR. Al-Bukhari 7/158. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam senantiasa membaca doa ini, lihat kitab Fathul Baari 11/173.



--------------------------------------------------------------------------------
35- DOA UNTUK KESEDIHAN YANG MENDALAM



122- لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمُ.


122. “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Pengampun. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai arasy, yang Maha Agung. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai langit dan bumi. Tuhan Yang menguasai arasy, lagi Maha Mulia.” [139]


123- اَللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ.


123. “Ya Allah! Aku mengharapkan (mendapat) rahmatMu, oleh karena itu, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dariMu). Perbaikilah seluruh urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.” [140]


124- لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ.


124. “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku tergolong orang-orang yang zhalim.” [141]


125- اللهُ اللهُ رَبِّي لاَ أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا.
125. “Allah-Allah adalah Tuhanku. Aku tidak menyekutukanNya dengan sesuatu.” [142]
---------------------------------


[139] HR. Al-Bukhari 7/154, Muslim 4/2092.
[140] HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42. Menurut pendapat Al-Albani, hadits di atas adalah hasan dalam Shahih Abu Dawud 3/959.
[141] HR. At-Tirmidzi 5/529 dan Al-Hakim. Menurut pendapatnya yang disetujui oleh Adz-Dzahabi: Hadits tersebut adalah shahih 1/505, lihat Shahih At-Tirmidzi 3/168.
[142] HR. Abu Dawud 2/87 dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/335.

Saturday, 16 May 2009

MEMPERKUAT HATI DENGAN METODA ZIKIR


METODA ZIKIR

KIRIMAN TEMAN SEPERJUANGAN KHAIRIAH (CIREBON)

Menjelang Tidur
Sebelum berangkat tidur, ucapkan dengan lembut di hati sebanyak 3 x : “Tuhan bersamaku, Tuhan melindungiku, Tuhan menjagaku” … frekwensi ditambahkan menjadi 7x setiap malam, kemudian 11 x.

☺Doa hati
“Ya Tuhan, anugerahilah aku kecintaan kepada-Mu, dan kecintaan terhadap mereka yang mencintai-Mu, dan mencintai apapun yang mendekatkan aku kepada-Mu. Ya Tuhan, jadikan cinta-Mu lebih berharga bagiku daripada air dingin bagi orang-orang yang kehausan”
(Doa Nabi Muhammad SAW yang diajarkan kepada para sahabat)

☺Hati sebagai Bunga Matahari
Ketika menjalani pekerjaan sehari-hari, imajinasikan bahwa hati adalah bunga matahari yang memancarkan cahaya kepada setiap orang dan kepada apapun yang ditemui. Rasakan seolah-olah memiliki miniatur matahari di dalam dada. Ketika kepala dan mulut disibukan dengan percakapan dan fikiran, biarkan cahaya di dalam hati menyentuh dan menghangatkan hati orang lain.

Biarkan bunga matahari Anda menyentuh bunga matahari setiap orang yang ditemui. Siapapun mereka, bagaimanapun sifat mereka, maka hati mereka adalah bunga matahari, persis seperti yang anda miliki, yang merindukan cahaya Ilahi.

☺Hati sebagai Singgasana Tuhan
Duduklah menyendiri di sebuah tempat yang sunyi dan nyaman. Duduklah dengan tenang dan berdiam diri, bebaskan diri dari kecemasan-kecemasan, bebaskan pikiran dari apapun selain Tuhan. Saat Anda mengucapkan; “الله الله الله” pusatkan perhatian di dalam hati, pusatkan hanya pada kata itu.

☺Inspeksi Cahaya
Berdirilah dengan meregangkan kaki secara nyaman, lenturkan kedua lutut, angkat tangan dan secara perlahan tegangkan keseluruh tubuh, kemudian lenturkan. Rasakan tubuh dipenuhi oleh energi dan cahaya. Lalu turunkan lengan kemudian kembali tegangkan dan lemaskan, rasakan tubuh dipenuhi oleh energi Ilahiah.
Setelah itu, lenturkan lengan dengan kedua telapak tangan menghadap ke depan.
Imajinasikan matahari Ilahiah bersinar di atas kepala, cahaya keemasan dari sumber Ilahiah ini menyinari tubuh dan meresap ke dalam tubuh hingga dipenuhi oleh cahaya Ilahi.

Mula-mula cahaya tersebut memenuhi kaki dan naik ke lutut, secara perlahan ia bergerak naik menuju betis dan memenuhi betis, kemudian ke bagian belakang dan panggul. Cahaya naik dari pinggang menuju lengan dan tangan, lalu leher dan kepala.
Sekarang bayangkan bahwa terdapat dua pintu di hadapan hati Anda. Seketika tubuh seluruhnya dipenuhi oleh cahaya, bukalah pintu ini dan biarkan sumber cahaya yang melimpah tersebut keluar dari hati dan telapak tangan.

Bayangkan seseorang yang dicintai berada dihadapan, kirim cahaya dan biarkan ia bergerak melingkar searah jarum jam mengitari tubuhnya, naik dari kaki menuju kepala. Ketika cahaya meliputi sepenuhnya, bayangkan cahaya tersebut meresap ke dalam dirinya guna melakukan penyembuhan fisik, emosi dan spiritual. Biarkan cahaya membersihkan dan melarutkan segala penyakit, penderitaan dan kotoran. Ketika cahaya telah sepenuhnya bekerja, bayangkan seolah-olah cahaya tersebut kembali kepada sumberNya.

Kembalikan posisi telapak tangan ke sisi badan dan diamlah beberapa saat untuk menikmati perasaan yang indah akan energi ilahiah.

☺Mengkilapkan Pelita Hati
Mulailah dengan memperhatikan nafas, lakukanlah secara perlahan dan berirama. Saat bernafas- tarikan dan hembusan nafas - sebutlah “ الله “ di dalam hati, rasakan nafas secara perlahan menyentuh dan menghentak-hentak lubuk hati terdalam. Lakukan latihan ini sampai ia menjadi alamiah dan tanpa ada ketegangan jiwa.
Selanjutnya, lihatlah ke dalam hati dan rasakan pengaruhnya berteduh di sana, mungkin saja terdapat kecemasan duniawi terhadap kehidupan sehari-hari, rasakan dan lepaskan seluruh perasaaan ini dengan sentuhan lembut nafas terhadap hati.
Ketika mencapai perasaan terdalam mungkin saja pikiran-pikiran dan ego negatif menampakan diri, berhadapan dengan penolakan, rasa kasihan terhadap diri sendiri, rasa takut, rasa marah. Apapun yang muncul, amatilah secara langsung dan sinarilah dengan berkah cahaya“ الله “ lanjutkan tindakan sentuhan nafas. Kondisi negatif itu telah menetap di hati begitu lama, sehingga telah berkarat didalamnya, dengan kesabaran dalam berusaha dan dengan keyakinan terhadap Illahi, pola-pola yang telah bertahan sekalipun dapat dikendurkan.

Meditasi Hati
☺Membuka Hati
Mulailah duduk dengan tulang punggung cukup tegak tanpa memaksakan diri dan santailah, letakan kedua tangan diatas pangkuan dengan telapak tangan mengarah keatas, pejamkan kedua mata dengan lembut … santai dan tersenyumlah.. biarlah pikiran dan diri sepenuhnya di sini ... saat ini .. .
tariklah nafas yang dalam tanpa memaksakan diri dan hembuskan nafas dari mulut, biarkan semua beban pada pikiran keluar bersama hembusan nafas… dan rasakan seluruh pikiran menjadi semakin santai…nikmati dan tetap tersenyumlah dengan lepas.
tariklah nafas yang dalam dan hembuskan nafas dari mulut, biarkan semua ketegangan pada tubuh keluar bersama hembusan nafas… dan rasakan seluruh tubuh menjadi lebih santai…nikmati dan rasakan saat-saat seluruh diri menjadi semakin santai ini …dan tersenyumlah dengan lebih lepas.
tariklah nafas yang dalam dan hembuskan nafas dari mulut, biarkan semua sisa-sisa beban pikiran maupun ketegangan tubuh dikeluarkan bersama hembusan nafas… dan sekarang rasakan seluruh tubuh dan pikiran menjadi sangat santai…nikmati dan tersenyumlah sambil menikmati saat-saat santai baik tubuh dan pikiran ini.
Mulailah menarik nafas dan hembusan melalui hidung… tempelkan kedua telapak tangan di bagian tengah dada… tersenyumnlah kepada hati, jangan memikirkan ataupun berusaha mencari dimana tepatnya hati berada… anda cukup tersenyum lepas…
Rasakanlah anda menjadi lebih tenang … nikmatilah sambil tetap tersenyum.. saat-saat seperti ini anda biarkan hati menjadi lebih kuat lagi.
Mulailah berdoa memohon berkah “ الله “ agar dibersihkannya emosi-emosi di hati, biarkan hati anda juga yang ikut berdoa, karena itulah yang terbaik.:

☺Tuhan, berkahilah hati kami, agar semua kesombongan digantikan dengan berkahMu
☺Tuhan, berkahilah hati kami, agar semua kemarahan digantikan dengan berkahMu
☺Tuhan, berkahilah hati kami, agar semua sifat yang mementingkan diri sendiri digantikan dengan berkahMu
☺Tuhan, berkahilah hati kami, agar semua sifat iri dan dengki digantikan dengan berkahMu
☺Tuhan, berkahilah hati kami, agar semua kelicikan dan keserakahan digantikan dengan berkahMu
☺Ya Tuhan, sadarkanlah kami bahwa hati kami adalah kunci hubungan kami kepadaMu, agar kami harus menjaga hati kami tetap bersih, karena hubungan kepadaMu adalah yang terpenting. Berkahi dan bantulah kami untuk dapat memaafkan sesama kami dengan setulus-tulusnya. (sekarang, maafkan semua orang yang pernah bersalah kepada anda, walaupun orang tersebut masih melakukannya. Ingatlah bahwa hubungan dengan Tuhan adalah yang terpenting, imajinasikan kira-kira 1 menit)
☺Ya Tuhan, dengan telah kami maafkannya semua orang yang pernah bersalah kepada kami, berkahilah hati kami agar semua emosi benci, dendam, sakit hati, ketidak-puasan, maupun emosi-emosi negatif lainnya dibersihkan dari hati kami untuk digantikan dengan berkahMu
☺Ya Tuhan, berkahi dan bantulah kami untuk dapat menyadari semua kesalahan kami, baik kepadaMu maupun kepada sesama, biarlah kami dapat menyesali dan memohon ampun dengan sungguh-sungguh. (sekarang sadarilah semua kesalahan kita, baik kepada Tuhan maupun kepada sesama. Sesali dan mohon ampun kepada Tuhan, sediakan waktu kira-kira 1 menit)
☺Ya Tuhan, ampunilah semua kesalahan kami, baik kepadaMu maupun kepada sesama, dan dengan telah diampuninya kami atas semua kesalahan-kesalahan kami, biarlah semua beban, ketakutan, kekhawatiran dan emosi-emosi negatif lainnya yang ada karena kesalahan-kesalahan tersebut dibersihkan dari seluruh hati dan diri kami untuk digantikan dengan berkahMu
☺Ya Tuhan, berkahilah hati kami, agar semua kekhawatiran dan ketakutan yang disebabkan karena kurangnya keyakinan kami kepadaMu dibersihkan dan digantikan dengan berkahMu
☺Ya Tuhan, dengan telah dibersihkannya hati kami dari berbagai emosi negatif, berkahilah hati kami agar terbuka lebih baik lagi kepadaMu, dan mengarah semakin baik lagi kepadaMu, biarlah berkahMu mengalir semakin berkelimpahan lagi ke dalam hati kami, agar perasaan hati kami menjadi semakin kuat, sehingga kami dapat merasakan ketenangan, kedamaian, dan keindahan berkahMu semakain baik lagi.
☺Tuhan, biarlah berkahMu memenuhi seluruh hati dan diri kami agar seluruh hati dan diri kami dipenuhi oleh ketenangan dan kedamaian, agar kami dapat semakin menggantungkan diri kepada berkahMu…selalu di hati…dan di dalam berkahMu.
☺Ya Tuhan, terimakasih atas rahmatMu yang telah membersihkan emosi-emosi negatif dari hati dan diri kami…yang telah membuka dan mengarahkan hati kami semakin baik lagi kepadaMu, sehingga seluruh hati dan diri kami semakin dipenuhi oleh berkahMu…sehingga kami dapat merasakan dan menikmati ketenangan, kedamaian, dan keindahan berkahMu dengan semakin baik lagi
☺Segala puji bagiMu…Tuhan semesta alam, terimaksaih Tuhan…aamiin..

Sementara biarkan telapak tangan tetap di dada…rasakanlah hati dan diri anda telah menjadi lebih ringan lagi… nikmatilah…Sambil tetap tersenyum dan menikmati, biarlah diri anda semakin masuk dan larut ke dalam ketenangan dan kedamaian berkah “ الله “ …nikmatilah ketenangan, kedamaian, keindahan dan kebahagiaannya …
Akhiri meditasi ini dengan perlahan-lahan gerak-gerakan jari tangan dan bukalah mata sambil tersenyum….
☺Menguatkan Hati
Mulailah duduk dengan tulang punggung cukup tegak tanpa memaksakan diri dan santailah, pejamkan kedua mata dengan lembut dan kemudian sentuhlah hati dengan jari. Tersenyum lepaslah kepada hati tanpa berpikir bagaimana ataupun kemana, lakukan start ini sekitar 1 menit, rasakan adanya perasaan mengembang, tenang, damai, ringan atau bahagia di dada anda. Ikutilah perasaan tersebut tanpa mengamati. Apabila pikiran bekerja janganlah mengikutinya, bila belum merasakan apapun janganlah berusaha apapun. Tetaplah santai dan tersenyum lepas untuk membiarkan hati dan perasaan menjadi lebih kuat, nikmati… lakukan 2 menit atau lebih.
Rasakan betapa semakin mengikuti tarikan untuk masuk ke dalam perasaan-perasaan menjadi semakin kuat lagi... rasakan dan biarkan seluruh perasaan dan diri anda tertarik ke dalam rasa mengembang, tenang, damai, ringan dan bahagia.

☺Menyadari Berkah “ الله “ Dalam Hati
Ikuti tahapan “Menguatkan Hati”….. Biarkanlah seluruh perasaan dan diri tertarik ke dalam rasa mengembang, tenang, damai, ringan atau bahagia tersebut.. rasakan selama 1-2 menit. Sadari bahwa rasa bahagia, mengembang, tenang, damai dan ringan tersebut adalah berkah “ الله “ yang ada di dalam hati… ikutilah perubahan perasaan ini terus menerus. Sadari perasaan yang lebih memancar, lebih bahagia…indah di dalam hati tersebut terus menerus sambil tersenyum manis, lepas dan santai selama 2-3 menit.

☺Menyadari Berkah “ الله “ Bekerja
Ikuti tahapan di atas … Rasakan, betapa perasaan dan hati bereaksi secepat anda mengingat bahwa rasa bahagia dari dalam hati adalah karena adanya berkah “ الله “ dalam hati. Sadari pula bahwa berkah “ الله “ dalam hati bekerja membantu hati dalam berbagai hal ... rasakan betapa perasaan hati semakin menguat … ikutilah perubahan perasaan hati ini dengan sebaik-baiknya terus menerus sambil tersenyum manis dan lepas serta santai selama 2-3 menit.

☺Membiarkan Berkah “ الله “ Bekerja
Ikuti tahapan di atas … Biarkanlah berkah “ الله “ dalam hati bekerja…rasakan betapa rasa bahagia yang ada di dalam hati, yaitu berkah “ الله “ memancar semakin jauh, kuat dan lepas… biarkanlah berkah “ الله “ dalam hati memancar jauh dan lepas terus menerus, sambil terus tersenyum manis, lepas dan santai…

☺Menikmati Doa Hati
Ikuti tahapan di atas … Biarkanlah berkah “ الله “ dalam hati bekerja terus menerus…rasakan dan nikmati perasaan mengembang, tenang, damai, bahagia … tanpa kata-kata….biarkan saja hati anda memanggil Tuhan … rasakan adanya suatu rasa yang semakin mengembang nan indah di hati naik ke atas… nikmati… itulah doa dari hati kepada Tuhan… ulangi dan nikmati doa dari hati anda tanpa berusaha sama sekali.

Friday, 15 May 2009

believe your self


my friend said in the time i lost confidence ,
believe in you dreams as they "may" come true,
Believe in yourself as they "will" come true.
Take the power to choose what you want to do and do it well,
Take the power to love what you want to do in life
and love it honestly,
Take the power to walk in in the forest and be a part of nature.
Take the power to control your own life.
No one else can do it for you.
Take the power to make your life happy.
THIS LIFE IS YOURS

yes thanks my friend, you are true. i must believe in my self
that God will help me and give my dream come true as long as i try with all my believe

Wednesday, 13 May 2009

life is beautiful



ketika kita berjalan dan merenungi bahwa matahari selalu bersinar memberi kehangatan pagi dan kita akan berfikir bahwa tidak selama nya malam menemani hidup ini, karena pasti ada senyum dibalik kesedihan, dan ada pagi setelah malam. hidup berputar seperti roda, apa yang baik menurut kita belum tentu cocok untuk kita, iktiar dan meminta yang terbaik kepada Allah adalah segalanya

Thursday, 8 January 2009

Thursday, 13 November 2008

life is beautiful, hidup ini indah




Hidup ini indah , bukan suatu ungkapan yang gampang kalau hati ini sedang gundah, bila hati ini sedang sedih, apalagi bila sedang dirundung musibah. Pernahkah kita berfikir bahwa apapun yang terjadi pada diri kita adalah suatu karunia dari Allah sang pencipta. kepahitan dan air mata akan memperhalus jiwa kita, membuat jiwa ini lebih peka.

kadang menilai apa yang terjadi pada diri kita adalah mengukur dengan kesuksesan orang lain, maka timbul keluh kesah, padahal kalau kita berkaca dan mau melihat kebawah, kita pasti akan selalu bersyukur.

Allah Maha Tahu dan Maha kaya, mintalah padaNya kebahagiaan dunia dan AKherat, jangan mengukur kebahagiaan dengan kasat mata, tapi ukurlah dengan mata batin, ketika kita masih merasa aman, diberi kesehatan, punya rejeki untuk menjalankan hari ini sebaiknya, kenyang, tidak kehausan, maka bukankah kita telah menggemgam dunia.

Semakin kita kaya akan semakin berkurang rasa aman kita, karena kita takut harta kita akan dirampok, anak kita diculik, mobil kita dimaling, dan lain lain. tapi hidup yang cukup akan membuat batin ini aman. Alangkah indahnya hidup ini bila kita selalu berfikir bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan Hambanya yang selalu berserah diri, beriktiar dan berdoa padaNya.

Betapa besar karunia Allah kepada hambanya, Dari Abu hurairah ra. ia berkata ; saya mendengar rasulullah saw bersabda; Alloh telah menjadikan rahmat itu seratus bagian. sembilan puluh sembilan ditahan disis- Nya, satu bagian Ia turunkan ke bumi, dari satu bagian itulah semua makhluk saling menyayangi sampai binatang itu mengangkat kakinya karena khawatir menginjak anaknya;Dalam riwayat lain dikatakan rasulullah saw bersabda; sesungguhnya Allah mempunyai seratu rahmat dan ia menurunkan satu di antaranya itu untuk jin, manusia binatang dan serangga. dengan satu rahmat itulah mereka saling menyayangi dan dengan satu rahmat itulah binatang buas mempunya rasa kasih sayang terhadap anaknya. Adapun rahmat yang sembilan puluh sembilan . Alloh menyimpannya untuk diberikan pada hari kiamat, sebagai rasa sayang terhadap hamba-hambaNya (Hr Bukhari dan muslim)

Dari umarah Al-bara bin azib ra, ia berkata; rasulullah saw bersabda ;hai fulan apabila kau hendak tidur maka bacalah ALLAAHUMA ASLAMTU NAFSII ILAIKA WAWAJJAHTU DHAHRII ILAIKA RAGHBATAN WARAHBATAN ILAIKA LAA MALJA'A WALAA MANJAA MINKA ILLAA ILAIKA AAMANTU BIKITABIKAL LADZII ANZAKTA WA NABIYYIKAL LADZI ARSALTA (Ya Alloh saya menyerahkan diri kepada-Mu saya menyerahkan segala urusanku kepada-Mu dan saya menyandarkan punggungku kepada-Mu karena mengharap dan takut kepada-Mu tidak ada tempat kembali dan tidak ada tempat berlindung kecuali hanya kepada-Mu saya percaya dengan sepenuh hati terhadap kitab-Mu yang telah engkau turunkan terhadap Nabi-Mu yang telah engkau utus) dengan membaca doa ini apabila kalian mati pada malam itu maka matinya dalam keadaan bersihn dari dosa dan jika kamu masih hidup sampai pagi harinya maka kamu akan memperoleh kebaikan (hr Bukhari dan muslim)

Jadi hadapilah hidup ini dengan senyum dan rasa syukur, karena kebaikan adalah dari Allah.

Sunday, 9 November 2008

ZIKIR MENURUT ISLAM DAN KESEHATAN


ZIKIR MENURUT ISLAM DAN KESEHATAN

BY: dr Hj. Liza (140.366.660)

PUSKESMAS BEBER Dinkes Kabupaten Cirebon

Al-Quran adalah penawar kekedihan dan kecemasan. Dengan membaca Al-Quran dan tahu artinya maka kecemasan dan ketakutan kita terhadap segala hal akan hilang, misalnya ketika kita sedang sakit dan kita membaca Al-Quran, surat Asy-Syu’araa: 80-81, Allah berfirman “ Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku , dan yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali)”.

Zikir dan membaca Al-Quran adalah bagian dalam mengingat Allah, bersyukur kepada-Nya disetiap waktu, dengan sebanyak-banyaknya. Dengan mengingat Allah, kita akan merasakan penjagaan dan pengawasan Allah terhadap kita, hingga makin besarlah tertanam dalam hatinya keridhaan, keiklasan kelapangan hati dan ketenangan. Ketenangan menjaga kita dari penyakit hati dan fisik.

Dalam Al-Quran Surat Al-Ahzab 41, Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.”

Mengingat Allah dalam kondisi apapun baik sedang duduk, berbaring. Dalam Al-Quran surat Ali-Imram 3:191, Allah berfirman

”(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Allah Taala mencela orang yang tidak mau mengambil pelajaran dari mahluk-mahluk-Nya yang menunjukan kepada zat, sifat, syariat, takdir, dan tanda-tanda kebesarannya. Allah Ta’ala berfirman,” dan betapa banyaknya tanda-tanda kebesaran-Nya yang terdapat di langit dan bumi..sedang mereka menyekutukan Allah,”Allah memuji hamba-hambanya yang beriman,”yang mengingat Allah ketika duduk, berdiri berbaring. Mereka merenungkan penciptaan langit dan bumi” sambil berkata.,” Ya Tuhan kami, tidaklah engkau ciptakan ini dengan sia-sia”Yakni , tidaklah engkau ciptakan mahluk ini dengan main-main , namun secara hak agar engkau membalas orang-orang yang beramal buruk sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan serta membalas orang yang berbuat baik dengan balasan kebaikan. (Tafsir Ibnu Katsir Jilid I: 635)

Dengan banyak berzikir kita akan selalu mengingat Allah, kita berharap hanya kepada Allah yang selalu dekat kepada kita, yang akan mengabulkan permohonan hambanya yang iklash dan taat kepada perintah Allah dan selalu berada dalam kebenaran.

Qs. Al-Baqarah :186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Dalam dunia sufi seorang syek menerangkan kepada muridnya bagaimana cara berbicara kepada Allah,”Seorang syek bertanya kepada darwisnya, apakah ia ingin berbicara dengan Tuhan, ketika sang darwis mengiyakannya, sang Syek mengajarkan sang darwis, bahwa setiap kali ia berada dalam kesendirian, ia harus mengucapkan doa berikut. .Ya ALLAH Tampa-Mu wahai kekasih, aku tidak bisa tentram, aku tidak dapat menghitung anugerah yang kau limpahkan kepadaku, Bahkan jika setiap helai rambut dari tubuh ku menjadi lidah, aku tidak mampu mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepadaMu”( Frager R :307)

Seorang muhaddist terkenal Hafizh Ibnu Qayyim rah.a telah menulis sebuah kitab berbahasa Arab Al-wabilush-Shayyib yang banyak membicarakan manfaat zikir dibawah ini akan disebutkan secara ringkas dan berurutan faedah zikir yaitu: (Al-Kandahlawi Rah.a, 2003 :409) Antara lain disebutkan:

1. Zikir menimbulkan kecintaan kepada Allah swt. Dan cinta adalah ruh Islam pusat agama, juga sumber kebahagiaan dan keselamatan, Barang siapa ingin mencapai kecintaan sejati kepada Allah, perbanyaklah zikir. Sebagaimana bermudzakarah, adalah pintu ilmu maka zikir adalah pintu cinta kepada Allah SWT.

2. Zikir adalah alat kembali kepada Allah SWT, membawa seseorang menyerahkan diri kepada Allah sehingga secara berlahan-lahan Allah swt menjadi tempat perlindungan dan bentengnya dari segala hal, ia senantiasa berlindung kepada Allah dari setiap musibah..

3. Zikir mendekatkan diri kepada Allah swt, sejauh mana ia memperbanyak zikir kepada Allah sejauh itu ia mendekati Allah, dan semakin ia melalaikan zikir sejauh itu ia menjauhi Allah swt

4. Zikir Meningkatkan derajat manusia, ia berzikir dikala sehat maupun sakit, di tempat tidur, di pasar, ketika sibuk dengan kesenangan maupun dalam keadaan susah. Sehingga hati dipenuhi dengan nur zikir.

5. Nur zikir orang yang selalu berzikir akan selalu menyertai baik ketika di dunia dikubur, maupun shirat. Dan nur tersebut akan terus berada didepan orannya sebagai petunjuk sebagai mana firman Allah Surat Al-An’am : 122

Beberapa hadist Tentang Zikir adalah sebagai Berikut:

1. Barang siapa yang ditimpa kedukaan (kesusahan) dan keresahan, maka perbanyak mengucapkan ”La Haula Wala Quwwata Illa Billah ( tiada daya dan upaya kecuali Allah)” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas)

2. Barang siapa yang terbiasa beristigfar, maka Allah akan memberikannya jalan keluar dari setiap kesulitan yang dihadapinya dan jalan keluar dari segala keresahannya serta memberikannya rezeki dari jalan yang tiada terduga (HR Abu Dawud)

3. Allah berfirman dalam hadist Qutsi, aku ada dalam prasangka hamba-Ku kepada-Ku dan aku akan selalu bersamanya selama ia mengingat-Ku. Apabila ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila ia mengingat-Ku dalam kelompok, maka akupun akan mengingatnya pada satu kelompok yang lebih baik darinya. Apabila ia mendekati-Ku satu jengkal, maka aku akan mendekatinya sehasta, jika ia mendekatiku dengan berjalan, maka aku akan mendekatinya dengan berlari (HR Bukhari dan Muslim).

4. Barang siapa yang mengucapkan ,”Laa Ilaha Illallah Laa Syariikalah, lahul Mulku Wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli syai’in qadiir (Tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, Kepunyaan-Nya segala kerajaan dan semua syukur dan Dia Maha Berkuasa)” sebanyak seratus kali dalam seharinya, maka baginya pahala membebaskan sepuluh budak dan akan dituliskan baginya seratus kebaikan serta dihapuskan darinya seratus kesalahan. Ia pun akam memiliki perisai dari segala godaan setan pada hari itu hingga sore menjelang, Tiada seorangpun yang lebih baik darinya kecuali apabila ada seseorang mengerjakan hal tersebut lebih banyak darinya, Barang siapa yang mengucapkan ”Subhanallah wa bi hamdihi (Mahasuci Allah dan dengan pujian untuk-Nya) seratus kali dalam seharinya, maka semua dosa dan kesalahannya akan diampuni walaupun dosa dan kesalahannya tersebut bagai buih di lautan. (HR Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi)

b. Zikir Menurut Kedokteran

Penelitian tentang doa dan zikir telah banyak dilakukan antara lain menurut Hawari:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Comstock, GW dan kawan-kawan (1972) seperti yang termuat dalam Journa of Chronic Diseases, menyatakan bahwa bagi mereka yang melakukan kegiatan keagamaan secara teratur disertai doa dan zikir, ternyata risiko kematiannya akibat jantung koroner lebih rendah 50 %, sementara kematian akibat emphisema (paru-paru ) lebih rendah 56 %, kematian akibat penyakit hati (cirrhosis hepatis) lebih rendah 74 % dan kematian akibat bunuh diri lebih rendah 53 %.

2. Penelitian yang dilakukan ilmuwan Larson dan kawan-kawan (1989) terhadap pasien dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi dibandingkan dengan kelompok (bukan pasien hipertensi), diperoleh kenyataan bahwa komitmen agama kelompok kotrol lebih baik dan dikemukakan bahwa kegiatan agama seperti doa, zikir mencegah seseorang dari hipertensi.

3. Penelitian Levin dan Vanderpool (1989) demikian pula terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah , bahwa kegiatan agama akan memperkecil risiko menderita penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler)

Alfred Tomatis seorang dokter dari Perancis yang lima puluh tahun mengadakan eksperimen tentang hubungan antara rangsang pendengaran terhadap tubuh, dimana pendengaran dapat mengotrol regulasi kerja tubuh dalam mengontrol dan mengendalikan sistem syaraf.

Dalam eksperimen, Alfred menemukan syaraf pendengaran berhubungan dengan seluruh otot tubuh, dan merupakan alasan mengapa keseimbangan dan fleksibilitas tubuh, and seluruh kerja tubuh dipengaruhi oleh suara, frekwensi suara dari labirin telinga berhubungan dengan seluruh bagian tubuh seperti jantung, paru-paru, hati, pencernaan dan usus halus.

1960 seorang ilmuwan bernama Hans Jenny menemukan bahwa efek suara mempengaruhi bentuk , dan material sel didalamnya. Tahun 1974 seorang peneliti Fabien Maman and Sternheimer menemukan bahwa setiap bagian dari tubuh mempunyai system vibrasi. Beberapa tahun kemudian Fabien dan Grimal menemukan bahwa suara, berefek pada sel kanker khususnya suara yang mempunyai efek yang kuat terhadap perubahan sel kanker itu sendiri. www.kaheel7.com

Gambar 2.6 Perubahan sel Kanker yang hancur Karena Suara Al-Quran

Gambar diatas menunjukan suara lantunan Al-Quran mempunyai efek terbaik menghancurkan sel kanker yang tidak terobati. Suara Al-Quran yang dilantunkan memberikan frekuensi yang merangsang sel secara keseluruhan. Suara dari telinga menuju sel otak dan mempengaruhi kerja otak, dan sel tubuh. Yang hanya dapat dirasakan dengan pengalaman dan pengulangan. . (www.kaheel7.com)

Gambar 2.7 Perubahan sel darah merah karena Suara Al-Quran

Gambar diatas menunjukan sel darah merah yang dengan suara Al-Quran dapat melawan virus yang masuk kedalam kuat, ini menunjukan bahwa suara dapat meningkatkan imunitas tubuh dalam melawan penyakit. (www.kaheel7.com(

PUASA DALAM KAJIAN ISLAM DAN KESEHATAN (PUASA SEBAGAI BAGIAN DARI PENGOBATAN)


PUASA DALAM KAJIAN ISLAM DAN KESEHATAN
(PUASA SEBAGAI BAGIAN DARI PENGOBATAN)
BY. Dr liza (140.366.660)
PUSKESMAS BEBER Dinkes Kabupaten Cirebon

a. Puasa Menurut Islam
Puasa telah dilakukan sejak zaman dulu, tidak hanya oleh umat Islam saja, tapi oleh umat beragama yang lain, dengan cara masing-masing yang dipercayainya. Dengan puasa kita bisa sehat secara jasmani dan rohani.
Dalam medis puasa bisa membersihkan toksin dan zat-zat yang menumpuk dalam seluran pencernaan, ginjal, dan organ yang lain akibat bahan pengawet, zat pewarna, pemanis buatan, zat karninogenik yang menyebabkan kanker, asap rokok dan lain-lainnya yang menumpuk bertahun-tahun. Walaupun tubuh kita sendiri mempunyai kemampuan mekanisme untuk mengobati sediri, tapi kapasitas tubuh sendiri juga ada batasnya. Dengan puasa ini kerja tubuh melindungi organ-organnya bisa lebih sempurna.
Dalam Islam puasa yang kita lakukan dalam bulan ramadhan maupun puasa sunah diluar Ramadhan membuat kita bisa menjadi lebih taqwa dan lebih sabar, bila yang halal saja dapat kita tahan dengan puasa, apalagi yang haram.
Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, dari Abu Hurairah r.a , katanya Rasullullah bersabda ”Allah ’Azza wa Jalla berfirman: ”Setiap amal anak Adam teruntuk baginya kecuali puasa, puasa itu adalah untuk Ku dan Aku akan memberinya pahala. Puasa itu perisai. Apabla kamu puasa janganlah kamu rusak puasamu itu dengan sanggama dan jangan menghina orang. Apabila kamu yang dihina atau dipukul orang, maka katakanlah :”Aku puasa,” Demi Allah yang jiwa Muhammad berada ditangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang puasa lebih harum disisi Allah pada hari kiamat kelak dari pada bau kesturi. Dan bagi orang puasa ada dua kegembiraan. Apabila dia berbuka dia gembira dengan bukaannya dan apabila dia menemui Tuhannya (meninggal) dia gembira dengan puasanya. (Muslim:hadist 1117)
Mulut yang orang yang berpuasa yang tercium memang akibat adanya proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh kita, yang sedang membersihkan dari zat-zat yang menumpuk yang dapat mengganggu kesehatan kita, seperti lemak dan sebagainya.
Puasa secara etimologis berarti mencegah makan, minum, berhubungan seksual. Dan secara terminologi puasa berarti menahan diri dari hal-hal yang bisa membatalkan, atau dari makanan, minuman, dan bersetubuh mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.. Dalam bahasa arab puasa sama dengan shaum, dalam Mu’jan al Watsith, kata puasa diartikan sebagai mencegah diri untuk tidak berbuat atau berkata sesuatu. Sedangkan kata shama, shauman dan shiyaman artinya adalah menahan. Kata shaum dan syiyam bermakna sama, sedangkan kata shauman (puasa) dalam surah Maryam ayat 26, artinya adalah membisu, tidak berbicara (Ash-Shawi,2006:18).
Allah berfirman tentang puasa dalam beberapa ayat dalam Al-Quran sebagai berikut:
1. Bahwa Puasa adalah wajib hukumnya agar kita dapat menjadi orang yang bertaqwa.

Dalam Alquran Qs Al-Baqarah 2:183.Allah berfirman,” Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”
2. Bahwa puasa bukan ibadah yang memberatkan karena dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan, kita dapat menggantinya dilain hari sebanyak bilangan yang kita tinggalkan. Qs Al-Baqarah 2:184 Allah berfirman:
.
”Dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
Qs Al-Baqarah 2:185 Allah berfirman:
.
”Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
3. Puasa yang kita lakukan setelah terbit fajar dan terbenamnya matahari, pada saat itu kita tidak boleh melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, berhubungan dengan istri, dan menahan diri dari segala yang mengurangi pahala puasa. Dalam Qs Al-Baqarah 2:187, Allah berfirman,”Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu, mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa puasa adalah menahan diri dari makan, minum berijma disertai niat iklash karena Allah SWT. Pada permulaan Islam, puasa dilaksanakan 3 hari setiap bulan, kemudian pelaksanaannya dinasakh oleh puasa pada bulan ramandhan. Dari Muazh, ibnu Mas’ud dan yang lainnya dikatakan bahwa puasa itu senantiasa disyariatkan sejak zaman nabi Nuh hingga Allah menasakh ketentuan itu dengan puasa Ramandhan (Tafsir Ibnu Katsir I: 286-287)
Allah mewajibkan puasa karena puasa dapat menyucikan badan.. Allah juga memberikan kemudahan, kemudahan bagi yang sakit, berpergian untuk tidak berpuasa, namun boleh mengqadha di hari yang lain. Orang yang merasa berat (0rang tua yang tidak sanggup puasa) untuk memberi makan kepada orang-orang muskin (fidyah) setiap hari berbuka. Demikian pula pada orang yang hamil dan menyusui jika keduanya mengkhawatikan keselamatan anaknya dan menggantinya dikemudian hari. Sesuai bilangan yang ditinggalkan. Fidyah adalah mengeluarkan satu mud (sama dengan 800 gram gandum atau sejenisnya) setiap hari, dan setiap mud diberikan kepada satu orang miskin.
Untuk wanita hamil yang hampir melahirkan dan sedang menyusui, ada beberapa pendapat dalam persoalan fidyah (kifarah) yaitu:( Mughniyah,2005:158)
1. Hanafi, tidak mewajibkan fidyah secara mutlak
2. Maliki, hanya mewajibkan bagi wanita yang menyusui, bukan yang hamil
3. Hambali dan syafi’i, menyatakan bahwa setiap wanita yang hamil dan menyusui wajib membayar fidyah, bila hanya khawatir bagi anaknya saja, tetapi bila khawatir terhadap dirinya dan anaknya secara bersamaan, maka dia harus meng-qadha (menggantinya), tanpa membayar fidyah.
4. Imamiyah, kalau wanita hamil yang saat kelahirannya sudah dekat dan membahayakan dirinya bila berpuasa, atau membahayakan dirinya bila berpuasa, atau dia harus berbuka dan tidak boleh berpuasa, karena yang membahayakan itu diharamkan. Mereka sepakat bahwa bagi wanita yang khawatir membahayakan anaknya harus meng-qadha’ (menggantinya) dan membayar fidyah satu mud. Tetapi kalau khawatir membahayakan dirinya, mereka berbeda pendapat, sebagian harus meng-qahda (menggantinya) dan tidak usah membayar fidyah, dan yang lainnya harus meng-qhada dan membayar fidyah.
Menurut Quraish Shihab puasa yang dilakukan umat Islam digaris bawahi oleh Al-Quran sebagai ”bertujuan untuk memperoleh taqwa”, Tujuan tersebut tercapai dengan menghayati arti puasa itu sendiri. Memahami dan menghayati arti puasa memerlukan pemahaman terhadap dua hal pokok menyangkut hakikat manusia dan kewajiban di bumi, Pertama, manusia diciptakan Allah dari tanah, kemudian dihembuskan kepadaNya Ruh ciptaan-Nya dan diberi potensi untuk mengembangkan dirinya hingga mencapai satu tingkat yang menjadikannya wajar untuk menjadi khalifah (pengganti) Tuhan dalam memakmurkan bumi ini, menurut hadis pula bahwa tuhan menciptakan manusia menurut ”petanya”, dalam arti memberikan potensi untuk memiliki sifat-sifat sesuai dengan kemampuannya sebagai mahluk, Kedua, dalam perjalanan manusia menuju Bumi , ia (Adam) melewati (” transit”di) surga agar pengalaman, yang diperolehnya disana dapat dijadikan bekal dalam menyukseskan tugas pokoknya dibumi ini, Pengalaman tersebut antara lain adalah persentuhan dengan keadaan di surga itu sendiri. Disana telah tersedia segala macam kebutuhan manusia, antara lain sandang pangan serta ketentraman lahir dan batin (QS 20 :118-119 dan QS 56: 25). Hal ini mendorong manusia untuk menciptakan bayangan surga di bumi, sebagaimana pengalamannya dengan dengan setan mendorongnya untuk berhati-hati agar tidak terpedaya lagi sehingga mengalami kepahitan yang dirasakan ketika terusir dari surga. Kebutuhan fisiologis, seperti makan, minum, hubungan suami istri merupakan kebutuhan paling mendasar yang harus terpenuhi dulu sebelum menginjak kebutuhan berikutnya, bila seseorang dapat mengendalikan kebutuhan dasarnya maka akan mudah mengendalikan kebutuhan yang lainnya. (Shihab,1998:308)
Teori tentang kebutuhan manusia yang dicetuskan Abraham Maslow (pelopor aliran psikologi humanistik). Bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. Teorinya yang sangat terkenal adalah teori tentang Hierarchy of Needs (Hirarki Kebutuhan). Menurutnya, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis), kedua kebutuhan akan rasa aman dan tentram, ketiga kebutuhan untuk dicintai dan disayangi, keempat kebutuhan untuk dihargai dan yang paling tinggi adalah kebutuhan aktualisasi diri
Quraishi Shihab menambahkan bahwa Tujuan Puasa yang sebenarnya adalah meneladani Allah dalam sifat-sifatNya yang berjumlah sembilan puluh sembilan itu. Dan manusua meneladaninya sesuai dengan kemampuan sebagai manusia, dengan demikian, dengan mencontoh sifat-sifat Tuhan berarti membangun dan memakmurkan bumi ini sehingga pada akhirnya bumi ini menjadi ”bayang-bayang ” surga yang penuh dengan keamanan dan kedamaian, serta pemenuhan segala kebutuhan hidup manusia seperti sandang, pangan, papan.
Hasan Basri menggambarkan keadaan orang yang meleladani Tuhan sehingga mencapai tingkat taqwa yang sebenarnya dengan ungkapan :”Anda akan menjumpai orang tersebut teguh dalam keyakinan, teguh tapi bijaksana, tekun dalam menuntut ilmu, semakin berilmu semakin merendah, semakin berkuasa semakin bijaksana, tampak wibawanya didepan umum, jelas syukurnya dikala beruntung, menonjol qana’ah (kepuasan)-nya dalam pembagian rezeki, senantiasa berhias walaupun miskin, selalu cermat, tidak boros walaupun kaya, murah hati dan murah tangan, tidak menghina, tidak mengejek, tidak menghabiskan waktu dalam permainan dan tidak berjalan membawa fitnah, disiplin dalam tugasnya, tinggi dedikasinya, serta terpelihar identitasnya, tidak menuntut yang bukan haknya dan tidak menahan hak orang lain. Kalau ditegur ia menyesal, kalau bersalah ia istighfar, bila dimaki ia tersenyum sambil berkata: ”Jika makian anda benar, maka aku bermohon semoga Tuhan mengampuniku. Dan jika makian anda keliru, maka aku memohon semoga Allah mengapunimu.”(Shihab, 1998:310).
Menurut Muhammad Ali As-Shabuni dalam ensiklopedia islam bahwa puasa sedikitnya mempunyai empat hikmah yaitu:
a. Sarana Pendidikan bagi manusia agar tetap bertaqwa, membiasakan diri untuk patuh, terhadap perintah Allah SWT, penghambaan diri terhadap Allah SWT.
b. PendidIkan jiwa dan membiasakan diri untuk tetap sabar dan tahan terhadap segala penderitaan demi menempuh dan melaksanakan perintah Allah. Menahan diri dari segala keinginan dan hawa nafsunya
c. Merupakan sarana menumbuhkan sayang dan rasa persaudaraan terhadap orang lain sehingga terdorong membantu dan menyantuni orang yang tidak berkecukupan.
d. Dapat menanamkan dalam diri manusia rasa takwa kepada Allah SWT dengan senantiasa menjalankan perintahnya dalam keadaan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.
b.Puasa Menurut Kedokteran
Puasa dapat meningkatkan kekebalan tubuh atau imun system terhadap berbagai penyakit. Ditunjukkan dengan peningkatan fungsi sel limfa yang memproduksi sel limfosit T yang secara significan bertambah, setelah puasa. (Riyad Albiby and Ahmed Elkadi :84 )
Untuk penyakit seperti diabetes sekalipun puasa ramadhan tidak akan berbahaya , malah memberikan banyak manfaat (Sulimami, dll, 1988: 549-552)
Menurut Jalal Saour bahwa berkurangnya cairan pada puasa akan menurunkan heart rate atau kerja jantung, pencegahan terhadap penggumpalan darah yang termasuk penyebab serius panyakit jantung.(Jalal, Riyad,1990)
Malah puasa juga aman untuk pasien yang mempunyai gangguan ulcer pada lambung. Penelitian dilakukan oleh Muzam MG, Ali M.N dan Husain dalam observasi terhadap efek puasa ramadhan terhadap asam lambung (Muzam :1963:228)
Puasa adalah salah satu metode dalam mendetoksikasi tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit, dengan puasa kita bisa mengistirahatkan organ-organ tubuh dan membersihkan tubuh dari sisa residu dan zat karsinogenik yang ada dalam makanan. Menyeimbangkan metabolisme tubuh dan emosi. Yang terpenting, puasa dapat meningkatkan kualitas hidup kita.
Menurut Elson M. Haas M.D. Direktur Medical Centre of Marin (sejak 1984) . Dalam puasa (cleasing dan detoksifikasi) merupakan bagian dari trilogy nutrisi, balancing, building( toning). Elson percaya bahwa puasa adalah bagian yang hilang “missing link” dalam diet di dunia barat. Kebanyakan orang di barat over eating atau terlalu banyak makan, makan dengan protein yang berlebihan, lemak yang berlebihan pula. Sehingga ia menyarankan agar orang lain mulai mengatur makanannya agar lebih seimbang dan mulai berpuasa, karena puasa bermanfaat sebagai: purifikasi, peremajaan, istirahat pada organ pencernaan, anti aging, mengurangi alergi, mengurangi berat badan, detoksikasi, relaxasi mental dan emosi, perubahan kebiasaan dari kebiasaan makan yang buruk menjadi lebih seimbang dan lebih terkontrol, meningkatkan imunitas tubuh. dan lebih baik lagi bila dalam pengawasan dokter. Puasa dapat mengobati penyakit seperti Influeza, bronkitis, diare, konstipasi, alergi makanan, astma, aterosklerosis, penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, obesitas, kanker, epilepsi, sakit pada punggung, sakit mental, angina pectoris (nyeri dada karena jantung), panas dan insomnia. (www.healthynet.com)
Puasa sudah diakui menjadi penyembuh terhebat dalam menanggulagi penyakit, bahkan di amerika ada pusat puasa yang diberi nama ”Fasting Center International, Inc” ,Director Dennis Paulson yang berdiri sudah sejak 35 tahun yang lalu, dengan pasien dari 220 negara. Yang merekomendasikan: (1) program penurunan berat badan, (2) mengeluarkan toxin tubuh, (3) puasa dapat memperbaiki energy, kesehatan mental, kesehatan fisik dan yang paling terpenting meningkatkan kualitas hidup.
Beberapa Ilmuwan telah melakukan beberapa penelitian tentang puasa diantaranya secara ringkas dibawah ini: (Seperti yang dikutip oleh Ash-Shawi)
1. Puasa dapat mengurangi jumlah hormon pemicu stress, Dr Sabah al-Baqir dan kawan-kawan dari Falkutas kedokteran Universitas King Saud.yang melakukan studi terhadap hormon prolaktin, insulin dan kortisol, pada tujuh orang laki-laki yang berpuasa sebagai sampel. Hasilnya bahwa tidak ada perubahan signifikan pada level kortisol. Prolaktin, dan insulin. Ini menunjukkan bahwa puasa bulan ramadhan bukanlah pekerjaan yang memberatkan, dan tidak mengakibatkan tekanan mental maupun saraf. Percobaan ini menunjukan peningkatannya terjadi pada perbedaan waktu saja, bila pada hari tidak puasa prolaktin mengalami kenaikan tertinggi pada jam 16.00. sementara pada bulan Ramadhan mengalami puncaknya pada pukul 21.00 dan menurun lagi sampai batas terendahnya pukul 04.00. Sementara insulin meningkat pada pukul 16.00, sedang pada bulan ramadhan pukul 21.00, menurun sampai batas terendah pukul 16.00. Sedang Kortisol pada hari biasa mencapai puncaknya pukul 09.00, menurun pada pukul 21.00, sementara pada bulan Ramadhan tidak ada perubahan berarti
2. Dr Ahmad al-Qadhi, Dr. Riyadh al-Bibabi, bersama rekannya di Amerika melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah sukarelawan yang berpuasa selama bulan Ramadhan. Hasil penelitian ini menunjukan pengaruh positif puasa yang cukup signifikan terhadap sistem kekebalan tubuh. Indikator fungsional sel-sel getah (lymfocytes) membaik hingga sepuluh kali lipat, walaupun jumlah keseluruhan sel-sel getah bening tidak berubah, namun prosentase jenis getah bening yang bertanggung jawab melindungi tubuh dan melawan berbagai penyakit yaitu sel T mengalami kenaikan yang pesat.
3. Dr Riyadh Sulaiman dan kawan-kawan tahun 1990 dari RS Universitas King Khalid, Riyadh Saudi melakukan penelitian terhadap pengaruh puasa Ramadhan terhadap 47 penderita diabetes jenis kedua (pasien yang tidak tergantung insulin). Dan sejumlah orang sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa bulan ramadhan tidak menimbulkan penurunan berat badan yang signifikan. Tidak ada pengaruh apapun yang berarti pada kontrol penyakit diabetes diabetes dikalangan penderita ini. Sejauh ini puasa Ramadhan aman saja bagi penderita diabetes sejauh dilakukan dengan kesadaran dan kontrol makanan serta obat-obatan.
4. Dr. Muhammad Munib dan kawan-kawan dari Turki juga melakukan sebuah penelitian terhadap seratus responden muslim, Sampel darah mereka diambil sebelum dan diakhir bulan ramadhan, untuk dilakukan analisis dan pengukuran terhadap kandungan protein , total lemak (total lipid), lemak fosfat, asam lemak bebas, kolesterol, albumin, globulin, gula darah, tryglycerol, dan unsur-unsur pembentuk darah lainnya, dan didapat, antara lain bahwa terjadi penurunan umum pada kadar gula (glukosa) dan tryacyglicerol orang yang berpuasa, terjadinya penurunan parsial dan ringan pada berat badan, tidak terlihat adanya aseton dalam urin, baik dalam awal maupun akhir puasa, sebab sebelum puasa ramadhan, kenyataan ini menegaskan tidak adanya pembentukan zat-zat keton yang berbahaya bagi tubuh selama bulan puasa islam, Dengan keutamaan puasa, glikogen dalam tubuh mengalami peremajaan, memompa gerakan lemak yang tersimpan, sehingga menghasilkan energi yang lebih meningkat (Ash-Shawi 2006:85-86)
Sejak zaman dulu puasa dipakai sebagai pengobatan yang terbaik seperti kata Plato bahwa puasa adalah untuk mengobati sakit fisik dan mental. Philippus Paracelsus mengatakan bahwa “Fasting is the greatest remedy the physician within!"
Puasa dapat dilakukan untuk pencegahan penyakit dan penyembuhan penyakit, menurut Ash-Shawi secara ringkas perbedaan dan persamaan puasa yang dilakukan untuk pengobatan dan puasa Islam adalah sebagai berikut
1. Puasa dalam Islam dilakukan pada waktu yang telah ditentukan, yaitu bulan Ramadhan setiap tahun, selama satu bulan dan juga bisa dilakukan di luar bulan ramadhan yaitu sebagai puasa sunah. Sedangkan puasa medis dilakukan pada waktu tidak tertentu, tergantung kesadaran pasien atau anjuran dokter. Dan biasanya dalam pengawasan dokter
2. Puasa medis biasanya dengan pantangan beberapa zat makanan sesuai dengan tujuan pengobatannya. Sedangkan puasa Islam tidak memantang makanan, namun seimbang energi, protein , vitamin dan mineral.
3. Puasa Islam dilakukan dengan hati yang senang, begitulah janji Allah bahwa puasa yang umat Islam lakukan membawa dua kegembiraan, namun puasa medis biasanya membuat membuat pasien agak tertekan, dilakukan karena banyaknya bahan makanan yang dipantang. Dan pantangan sepanjang waktu sampai batas yang ditentukan dokter.
4. Puasa Islam dilakukan oleh orang yang sehat, sedangkan pada kondisi tertentu puasa diberikan keringanan, terutama pada wanita hamil. menyusui, orang tua yang sudah tidak kuat lagi melaksanakan puasa. Pada puasa medis biasanya dilakukan karena petunjuk dokter pada seseorang yang mengalami kelainan medis tertentu.

kONSEP MANUSIA DALAM AL-QURAN





Konsep Manusia Dalam Al-Quran
By dr. Liza (140.366.660)
pUSKESMAS BEBER Dinkes Kabupaten Cirebon

Allah menerangkan tentang Manusia dalam Al-Quran antara lain :
a. Manusia menurut surat Al-Mu’minun ayat 12-14, Allah berfirman ”Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati (nutfah) itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani (nutfah) itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging (mudghah), dan segumpal daging (mudghah) itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.”
Nutfah yang dimaksud adalah nutfah amsyaj yang terdiri atas unsur nuthfah laki-laki dan perempuan. Laki-laki mengeluarkan sebagian nuthfah dari tubuhnya agar keturunannya berlanjut dan demikian juga wanita, mereka berperan dalam pembentukan nuthfah amsyaj itu dengan kadar yang seimbang. Kemudian Nuthfah masuk ke rahim dan bergantung pada dinding rahim dan ini disebut Alaqah, menurut Ibnu Jauzi dalam kitab Zad Al-Masir, alaqah adalah sejenis darah yang menggumpal kental dan kemudian menjadi Mudhgah (sepotong daging tempat pembentukan janin) yang terbentuk mulai kira-kira minggu ke-empat. Setelah embrio terbentuk mulailah terlihat ciri-ciri pertama susunan syaraf dan aliran darah. Setelah mudhgah , mulailah terbentuk proses permulaan tulang belulang, otot. Dalam buku-buku kedokteran tidak membedakan antara fase mudhgah , tulang dan otot (daging) mereka hanya menyusun dengan standar minggu dan hari serta membagi fase pertumbuhan janin menjadi dua yaitu fase janin (embrio) dan fase fetus, jadi Al-Quran lebih urut dalam menyebutkan kesesuaian urutan terbentuknya proses pembentukan janin. (Izzaddin Taufiq :2006:26, 61, 69 ,70)
Dalam istilah kedokteran Nuthfah laki-laki adalah sperma dan nuthfah wanita adalah ovum, sedangkan alaqah adalah fase perubahan pertemuan ovum dan sperma yang kemudian membelah berkembang dari morula blastula dan blastula inilah yang akan menggantung di dalam rahim. Pada minggu-minggu berikut maka alaqah atau blastula mempersiapkan diri untuk fase Mudhgah.(embrio). Yang mulai pada awal minggu ke empat, dan pada minggu keempat ini sudah terjadi pembentukan yang nyata dari anggota tubuh.
b. Manusia adalah Mahluk yang mengandung unsur Materi dan non materi berbentuk Fisik, otak, psikis yang sebelumnya tidak tau apa-apa kemudian diberikannya pancaindera dan hati, agar mahluk yang beryukur dan berfikir.

Allah berfirman dalam surat An-Nahl ,“ Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS.16:78)

Kalau kita mau berfikir lebih dalam , maukah kita menukar panca indra kita contohnya saja kedua mata ini dengan segunung emas, pasti jawabnya tidak, tidak terbilang karunia Allah bagi kaum yang berfikir untuk selalu bersyukur.
c. Allah dengan segala kemurahannya memberikan bentuk dan rupa yang sebagus-
bagusnya kepada manusia. Dalam Al-Quran Allah berfirman

(QS.95:4),”. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang
sebaik-baiknya.” (QS.64:3),” Dia menciptakan langit dan bumi dengan haq. Dia
membentuk rupamu dan dibaguskanNya rupamu itu dan hanya kepada Allah-lah
kembali(mu). “
Walaupun sudah diberikan rupa yang bagus, kadang manusia tidak pernah puas
dengan segala yang didapatnya, terkadang ingin mengubah hidungnya, matanya,
dan lain-lainnya. Sehingga kadang-kadang merusak yang sudah ada. Sedih
rasanya bila terdengar kabar ada seorang wanita yang meninggal akibat silikon
yang disuntikan di hidungnya oleh orang yang tidak bertanggung jawab sesuai
bidangnya, sehingga menyebabkan syok yang fatal dan berakhir dengan kematian
. Apalagi silikon memang zat yang sudah dilarang penggunaannya untuk urusan
kecantikan manusia dan dapat menyebabkan kanker.
d. Manusia diciptakan Allah sesuai dengan fitrahNya, namun manusia kadang tidak
Mengetahui. Dalam Al-Quran Allah berfirman:

QS 30:30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah;
(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu
. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
e. Manusia diciptakan Allah sebagai khalifah dibumi (QS.2:30), dan di ciptakan Allah bukan untuk main-main (QS.23:115), melainkan untuk mengembangkan amanah (QS.33:72) dan untuk beribadah kepadaNya (QS.51:56) serta selalu menegakkan kebajikan sekaligus menghilangkan keburukan (QS.3:110) dengan segala tanggung jawab (QS.75:36), Keistimewaan lain manusia adalah memiliki kebebasan luas untuk mengembangkan diri setinggi-tingginya atau serendah-rendahnya (QS.91:7-10), bahkan agama pun tidak dipaksakan kepadanya (QS.2:256). Namun manusia pun dilengkapi dengan banyak kelemahan seperti ketergesah-gesahan (QS.17:11), pembantah (QS.18:54), melampaui batas (QS.10:12), Kikir (QS.70:19), mudah putus asa (QS.41:49), selalu berkeluh kesah (QS.70:20), ingkar (QS.80:17), tidak mau bersyukur (QS.100:6), mudah lalai setelah mendapat nikmat (QS.17:83) Walaupun demikian fitrah manusia adalah suci dan beriman (QS.7:72). Kecenderungan terhadap agama adalah sikap dasarnya (QS.30:30), Dalam keadaan sadar ataupun tak sadar manusia selalu merindukan Allah (QS.39:8; S.39:49), taat, khusuk, tawakal dan tidak ingkar (QS. 17:66-69), terutama bila sedang mengalami malapetaka dan kesulitan hebat (QS.31:32, S.17:66). (Bastaman,1995:56).
Menurut Harun Nasution, manusia tersusun dari unsur materi dan imateri, jasmani dan Rohani, Tubuh manusia yang berasal dari tanah dan ruh atau jiwa berasal dari substansi imateri di alam gaib. Tubuh pada akhirnya akan kembali menjadi tanah atau jiwa akan pulang ke alam Gaib. Dalam Ruh atau jiwa ada yang disebut al-Nafs mempunyai dua daya, daya pikir yang disebut akal yang berpusat di kepala dan daya rasa yang berpusat dikalbu yang berpusat di dada. Daya rasa yang berpusat didada dipertajam dengan ibadah (shalat, puasa, haji, zakat), karena intisari dari semua ibadah dalam islam adalah mendekatkan diri kepada Tuhan yang maha Suci. Yang maha Suci hanya dapat didekatkan oleh ruh yang suci. Ibadah adalah latihan menyucikan ruh atau jiwa. Makin banyak seseorang beribadah secara iklash, makin suci pula jiwa dan ruhnya. Daya pikir atau akal berpusat dikepala dalam sejarah islam diperkuat oleh dorongan ayat-ayat kauniah. Nasution menambahkan jadi manusia menurut ajaran Islam, tersusun dari unsur materi, yaitu tubuh yang mempunyai hayat dan unsur imateri yaitu roh yang mempunyai dua daya, daya rasa di dada dan daya pikir dikepala. Daya rasa, jika diasah dengan baik, mempertajam hari nurani dan daya pikir, jika dilatih, mempertajam penalaran.(Nasution, 1996:37-38)
Dalam konteks keislaman ada empat istilah yang digunakan untuk menyebutkan jiwa , yaitu (1) Hati, (2) Ruh, (3) Nafs, dan (4) Akal, Al-Ghazali memberikan batasan mengenai empat tersebut diatas (Sholeh,2006:124):
a. Hati mempunyai dua pengertian, yaitu : (a)Segumpal daging sanubari yang terletak disebelah kiri dada bersifat material; (b)Bersifat im-material merupakan rasa rohaniah yang halus yang berkaitan dengan hati jasmani
b. Ruh juga mempunyai dua makna, yaitu : (a) Jism atau jasad halus yang bersumber dari rongga hati jasmani, ia beredar keseluruh bagian tubuh; (b) Sesuatu yang halus yang tahu dan mengerti
c. Nafsu mempunyai dua makna , yaitu : (a) Cakupan makna dari kekuatan amarah dan syahwat yang bersifat material; (b) Sesuatu yang halus, yang merupakan hakikat manusia yang bersifat im-material
d. Akal mempunyai dua makna juga, yaitu: (a) Ilmu tentang hakikat segala sesuatu, yang merupakan sifat dari ilmu yang bertempat dalam hati; (b) Sesuatu yang halus, yang merupakan hakikat manusia yang bersifat im-material.
Menurut Psikofisik manusia memiliki komponen jasad dan ruh yang saling terintegrasi Nafs memiliki natur gabungan antara natur jasad dan ruh, bila ia berorientasi dengan natur jasad maka tingkah laku menjadi buruk dan celaka, tetapi bila mengacu pada natur ruh maka kehidupannya menjadi baik dan selamat.(Mujib,2005: 79)
Tabel dibawah ini akan memperlihatkan perbedaan antara jasad, ruh dan nafs

Perbedaan substansi Ruh , Jasad, dan Nafs

NO

SUBSTANSI RUH

SUBSTANSI JASAD

SUBSTANSI NAFS

1

2.

3

4

5

6

7

8

9

10

11

Adanya di alam arwah (imateri) atau alam perintah (amar)

Tercipta secara langsung dari Allah tanpa melalui proses graduasi

Tidak memiliki bentuk , rupa, kadar, dan tidak dapat disifati

Naturnya halus dan suci (cenderung ber-islam

atau bertauhid) dan mengejar kenikmatan ruhani

Memiliki energi rohani yang disebut dengan al-amanah

Eksistensi energi ruhaniah tergantung ibadah

Eksistensinya memotivasi kehidupan

Tidak terikat oleh ruang dan waktu

Dapat menangkap beberapa bentuk yang konkrit dan abstrak

Substansinya abadi tanpa ada kematian

Tidak dapat dibagi-bagi karena satu keutuhan

Adanya dialam dunia./jasad (materi) atau alam penciptaan (khalq)

Tercipta secara bertahap atau berproses dan melalui perantara

Memiliki bentuk, rupa, kadar dan dapat disifati

Naturnya buruk dan kasar, bahkan mengejar

kenikmatan syahwat.

Memiliki energi jasmaniah yang disebut dengan al-hayah (nyawa/daya hidup)

Eksistensi energi jasmaniah tergantung pada makanan bergizi

Eksistensinya menjadi wadah ruh

Terikat oleh ruang dan waktu

Hanya mampu menangkap satu bentuk kongkret dan tidak mampu menangkap yang abstrak

Substansinya temporer dan hancur setelah kematian

Dapat dibagi-bagi dengan beberapa komponen

Adanya dialam jasad dan ruhani

Terkadang tercipta secara bertahap atau berproses dan terkadang tidak

Antara berbentuk atau tidak, berkadar atau tidak, berkadar atau tidak , dan dapat disifati atau tidak

Naturnya antara baik-buruk , halus-kasar,

dan menikmati kenikmatan ruhani dan syahwat

Memiliki energi rohaniah, jasmaniah

Energi nafsani tergantung pada ibadah, makanan bergizi

Eksistensinya aktualisasi atau realisasi diri

Antara terikat dan tidak mengenai ruang dan waktu

Dapat menangkap antara yang kongkret dan abstrak, satu bentuk atau beberapa bentuk

Substansinya antara abadi dan temporerSU

Antara dapat dibagi-bagi dan tidak

(Mujid, 2005:82).



(Mujid, 2005:82).

T Burchardt (1983) seperti yang dikutif Maumana amjad, menyimpulkan nafs dalam berbagai istilah” bahwa pertama nafs al-kulliyah merupakan nafs yang bersifat universal , termasuk didalamnya semua jiwa individu yang berhubungan dengan ruh dan daya pikir.(akal) . Kedua bahwa al-nafs dalam jiwa terbagi dalam 4 bagian , yaitu al-nafs haywaniyah (nafsu binatang), al-nafs al-ammarah (nafsu amarah) yang berhubungan dengan nafsu, jiwa yang egois, Al-nafs al-lawwamah (jiwa yang sadar akan ketidak sempurnaan) dan nafs Al-Mutma’innah yang berhubungan dengan nafsu yang tenang. (Maumana Amjad, 2006:47)
T burchardt defines the different meaning of Nafs as follows:
1. Al-Nafs al-kulliyah: the Universal soul which includes all individual souls, This corresponds to the guarded tablet and is the complement of the spirit al ruh or first intellect and is analogous to the psyche of Plotinus.


2. Al-Nafs the soul, the psyche, the subtle reality of an individual, the ‘I’. As opposes to the spirit or the intellect (Aql) the nafs appears in a negative aspect, because it is made up of the sum of individual or egocentric tendencies. But a distinction os made between: (a) al-nafs al-haywaniyah: the animal soul, the soul as passively obedient to natural impulses; (b) al-nafs al-ammarah bi al-su : the soul which commands man to evil; the passionate, egoistic soul; (c) al-nafs al-lawwamah; the soul aware of its own inperfection and, (d) al-nafs al-Mutma’innah: the soul at peace the soul reintegrated in the spirit and at rest in centainty.

Al-Nafs ini harus selalu diberi nutrisi dan latihan, pengamalan ibadah adalah latihan dan nutrisi agar jiwa dan akal menjadi lebih tenang, al-Nafs muthma’innah.
Hati adalah hati spiritual, contohnya , kita menyebut seseorang yang tulus dan berniat baik sebagai seseorang yang memiliki hati. Hati menurut Frager yang juga seorang musyid sufi dan profesor psikologi pada institute of Transpersonal Psychology, California setelah islam bernama Syekh Raqib al-jerahi, bahwa hati menyimpan percikan roh ilahi didalam diri kita . Karenanya, hati adalah kuil Tuhan. Rumah cinta tersebut disebut hati, Cinta adalah dasar disiplin spiritual sufi.(Frager, 2003:30)
Qalbu atau hati manusia itu menurut Ahmad Tafsir seperti lilin yang menyala, mulanya nyala itu kecil saja. Lilin menyala itu terletak dalam sirr, sirr itu dalam lubb, lubb itu didalam syaghaf, syafgaf itu didalam fu’ad dan fu’ad itu didalam qalb (kalbu) dan seterusnya.(Tafsir,2006:29)
Menurut Hadist, bahwa Rasulullah bersabda dalam hadist qutsi: ” aku jadikan pada manusia itu ada istana (qash). Didalam istana itu ada (shadr), didalam shadr itu ada kalbu (qalb), didalam qalb itu ada Fu’ad , didalam fu’ad itu ada syaghaf, didalam syaghaf itu ada lubb, didalam lubb ada sirr, dan didalam sirr itu ada aku (Ana). Susunan itu lebih jelas dalam gambar diatas. Hadist ini menjelaskan bahwa aku menjadi inti. Aku didalam hadist ini adalah Allah yang bersifat Ilahiyah.
Organ di dalam tubuh yang dihubungkan dengan qalb adalah heart (jantung), Quran mengatakan 22:46,”maka apakah mereka tidak berjalan dimuka bumi ini, lalu mereka mempunyai hati dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar ? karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta tetapi yang buta adalah hati yang didalam dada.”
Burckhardt (1983) mendefinisikan qalb sebagai organ suprarational yang berhubungan dengan jantung (heart) dan juga otak (brain).
Ketika dada dan hati ini telah bersih dan suci, menurut sufi kita dapat melampaui permukaan luar dan merasakan yang tersembunyi dalam diri. Perilaku yang baik akan membuat hati menjadi lembut dan peka, sedang perilaku yang buruk akan menutup dan mengeraskan hati.
Pengetahuan hati. Nabi muhamad berkata, ”Ada dua jenis pengetahuan: pengetahuan lidah dan pengetahuan hati, pengetahuan yang benar-benar berharga.” di barat, kita terlalu menekankan pada ”pengetahuan lidah,” atau mempelajari buku-salah satu tingkat kecerdasan buatan. Inilah batasan psikologi Barat tradisional, yang belum mengenal pengetahuan yang lebih dalam dari-hati kecerdasan utuh. (Frager, 2003:65)
Frager seorang orientalis yang kemudian menjadi muslim dan seorang sufi menambahkan tentang Takut kepada Tuhan. Hati adalah rumah takwa, yang kerap diartikan dengan ’takut kepada Tuhan.” pada tingkat rendah, takwa bermakna rasa takut terhadap hukuman Tuhan. Bagi kaum sufi, takwa bermakna rasa takut akan kehilangan rasa cinta terhadap Tuhan, rasa kedekatan dengan Tuhan, dan cinta Tuhan. Mereka yang takut kepada Tuhan dalam makna ini menaati perintah Tuhan dengan senang hati, bukan karena rasa takut akan hukuman-Nya. Mungkin terjemahan yang paling tepat adalah ”Menyadari kehadiran Tuhan.” Mereka mengatakan bahwa rasa takut kepada Tuhan membimbing kita melawan keraguan, penyembahan terhadap tuhan-tuhan palsu, ketidaksetiaan, ketidaktulusan dan kemunafikan.( Frager, 2003:66)
Lain dengan Frager, maka Ary Ginanjar Agustian mengemukakan tentang Suara hati, istilah ini menurutnya dasarnya adalah universal dengan catatan bahwa manusia telah mencapai titik Fitrah (God-Spot) dan terbebas dari segala paradigma dan belenggu. Menurut Ary, dengan mencermati Al-Quran surat As-Sajadah ayat 9 dimana Allah meniupkan ruh ciptaan-Nya yang bersifat mulia kepada manusia, maka sebenarnya Allah telah meniupkan pula keinginan-Nya kedalam hati manusia. Dan bila disimak dalam al-Quran syran Al-A’raf ayat 172, yaitu ketika jiwa manusia mengakui dan mengangguk kepada Allah bahwa Allahlah Tuhannya. Anggukan yang membenarkan suara hati itu masih terus berjalan dan masih bisa dirasakan hingga saat ini kecuali hati yang tertutup (Agustian, 2003: 68).
Sekarang ini kita banyak mengenal istilah Kecerdasan spiritual, Kerdasan otak dan kecerdasan emosional. Dalam islam, ibadah adalah cara untuk kita mengembangkan kecerdasan spiritual dan emosional, sedangkan kecerdasan otak kita kembangkan dengan berfikir, bernalar, mengembangkan ilmu pengetahuan. Manusia pun diberi akal untuk berfikir dan mencari rahasia alam semesta yang indah dan penuh dengan ilmu pengetahuan.
Dalam A-Quran Allah memerintahkan menusia untuk berfikir melihat kebesaran Allah (QS.13:3) “Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”
Manusia harus mengembangkan segala unsur yang ada dalam dirinya, tidak akan sempurna seseorang yang hanya mempunyai fisik yang baik tapi tidak cerdas pikir dan tingkah lakunya. Tidak sehat juga kalau hanya mempunyai kepintaran tapi tidak mau melatih fisik dan mentalnya. Daya rasa dan daya pikir harus diasah dengan baik, karena memang manusia adalah terdiri dari kolaborasi unsur yang harus seimbang dikembangkan.